Sebagian lagi investor meramal pergerakan nilai tukar tersebut dengan menggunakan data-data yang telah lalu : Beberapa contoh analisis akan dijelaskan secara singkat dibawah ini :
Harga valuta asing tidaklah bergerak secara linear, melainkan seperti gelombang yang mempunyai puncak dan lembah (bergerak zig – zag ). Jika kita tarik garis lurus yang menghubunkan puncak-puncak atau lembah-lembahnya maka terlihatlah trendnya.
Berdasarkan jangka waktunya trend dapat dibedakan atas :
§ Minor Trend ( beberapa hari )
§ Intermediate Trend ( beberapa minggu)
§ Major Trend ( beberapa bulan)
Berdasarkan arah pergerakannya trend dapt dibedakan atas :
§ Uptrend
§ Downtrend
§ Sideways Trend
Para ahli mengatakan “ Trade with trend, never fight the trend”. Trading yang terbaik adalah trading yang selalu seiring dengan major trend intermediate trend dan minor trend.
Secara lengkap dapat dilihat dalam penjelasan dasar-dasar analisis teknikal dibawah : Dalam analisis teknikal atau analisis grafik harga perlu dimengerti terlebih dahulu
komponen-komponen yang berpengaruh pada pembentukan garis tegak lurus (bar chart)
yang menggambarkan satuan waktu. Untuk saham dan komoditi, satuan tersebut adalah satu hari perdagangan, yang mencakup harga terrendah dan harga tertinggi sebagai titik- titik terrendah dan tertinggi pada garis tegak lurus demikian yang menggambarkan satuan waktu selama hari tersebut. Kemudian harga pembukaan diletakkan sebagai titik yang menempel di sebelah depan, dan harga penutupan sebagai titik di sebelah belakang garis tegak lurus tersebut. Untuk valuta atau mata uang, satuan waktu yang ditetapkan bisa 5 menit karena perdagangannya berjalan jauh lebih cepat.
Harga penutupan pada umumnya lebih berperan sehingga seringkali disambung satu sama lain untuk membentuk grafik garis (line chart) yang mirip gigi gergaji dan disebut grafik harga penutupan. Contoh kedua macam grafik demikian terdapat pada halaman ini yang dibuat dengan program komputer analisis teknikal yang dikenal sebagai MetaStock sebagai hasil ciptaan Equis International, Inc. yang berdomisili di Amerika Serikat
Posisi harga penutupan pada grafik batang bisa memberikan indikasi tentang perkembangan harga di kemudian hari, terutama pada pola-pola yang telah dibakukan di kalangan analisis teknikal sebagaimana digambarkan sebagai berikut. Yang termasuk pola baku adalah:
- Gerakan balik (reversals) yang terdiri dari puncak & lembah biasa dan lancip (common and V tops & bottoms), puncak & lembah bulat (saucer or round tops/bottoms), puncak & lembah dobel/tripel, pola berlian, kepala dan bahu (head & shoulders). Pola gerak balik selalu berada di ujung atas atau bawah suatu gerak harga berkesinambungan.
- Konsolidasi/kongesti yang terdiri dari pola-pola segitiga, segipanjang dan bendera naik/turun (ascending/descending triangles, rectangles and flags), mau pun kelangsungan kepala dan bahu (head and shoulders continuation pattern), berada pada gerak harga berkesinambungan sehingga terdapat di antara pola gerak balik puncak dan lembah.
- Kesenjangan (Gaps) yang terdiri dari tipe biasa (common), tembus (break away),lari (run away), naik (up), dan turun (down) terdapat pada gerak harga berkesinambungan. Namun bila menjadi bagian dari pulau gerak balik (island reversal), kesenjangan demikian termasuk dalam pola gerak balik dan sudah tentu bisa terjadi kombinasinya.Semua pola baku tersebut di atas dapat dikenali menurut gambar-gambar di bawah ini, untuk dijadikan pedoman tindakan jual-beli pada periode atau masa berikutnya.
Untuk gerak balik lembah, yang terjadi adalah sebaliknya dan tidak begitu sulit untuk membayangkannya. Harga penutupan yang cenderung berada berdekatan dengan harga terrendah selama beberapa periode sebelumnya, pada saat gerak balik terjadi, akan melibatkan kenaikan yang tajam disertai volume yang tinggi.
0 Comments Received
Leave A Reply